GSMaP NRT (Near Real-Time) adalah produk curah hujan satelit dari JAXA yang terbit sekitar 4 jam setelah pengamatan. Produk ini menjadi jalan tengah antara GSMaP NOW, yang hampir tanpa jeda tetapi kurang akurat, dan GSMaP Standard, yang lebih akurat tetapi baru tersedia sekitar 3 hari kemudian. Karena itu GSMaP NRT banyak dipakai untuk pemantauan banjir dan analisis kejadian hujan yang baru saja berlangsung.
HESLab menyediakan GSMaP NRT tanpa koreksi penakar hujan (ungauged) untuk wilayah Indonesia dalam berkas NetCDF bulanan. Halaman ini menjelaskan isi berkasnya, perbedaan antarversi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memakainya.
Ringkasan produk
| Ciri | Keterangan |
|---|---|
| Penyedia | JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) |
| Dasar estimasi | gabungan satelit gelombang mikro pasif dan inframerah, tanpa koreksi penakar hujan |
| Jeda terbit | sekitar 4 jam setelah pengamatan |
| Resolusi | 0,1° × 0,1° (sekitar 11 km), per jam |
| Satuan | mm/jam |
| Wilayah berkas HESLab | 15,05° LU – 15,05° LS, 90,05° – 150,05° BT |
| Format | NetCDF, satu berkas per bulan |
Menurut JAXA, produk dengan jeda lebih pendek cenderung kurang akurat dibanding produk Standard. GSMaP NRT cocok untuk kebutuhan yang menuntut data cepat, misalnya pemantauan dan peringatan dini banjir, bukan untuk analisis iklim jangka panjang.
Versi yang tersedia
Algoritma GSMaP diperbarui beberapa kali. Setiap versi menghasilkan nilai yang sedikit berbeda, sehingga satu deret waktu sebaiknya memakai satu versi saja.
| Versi algoritma | Versi produk JAXA | Dirilis JAXA | Periode di HESLab | Status |
|---|---|---|---|---|
| v6 | V03 | September 2014 | April 2000 – sekarang | diperbarui |
| v7 | V04 | Januari 2017 | April 2017 – Juni 2026 | berhenti (JAXA menghentikan pembaruan NRT v7 pada 29 Juni 2026) |
| v8 | V05 | Desember 2021 | Januari 1998 – sekarang | diperbarui |
| v9 | — | 19 Oktober 2026 | 19 Oktober 2026 – sekarang (HESLab Portal) | diperbarui; unduhan berkas menyusul |
Versi 7 memperkenalkan, antara lain, basis data dari radar GPM/DPR, estimasi salju, perbaikan metode koreksi penakar hujan, dan perbaikan koreksi hujan orografis. Versi 8 memperbarui algoritma gelombang mikro dan penggabungan gelombang mikro–inframerah, serta metode koreksi penakar hujan. Rincian ada di catatan rilis JAXA untuk versi 7 dan versi 8, serta halaman GSMaP JAXA untuk versi 9.
Bila Anda membutuhkan deret panjang yang konsisten, pilih v8. Versi 6 berguna bila model atau kajian lama Anda sudah dikalibrasi dengan v6. HESLab Portal memakai GSMaP NRT v8 tanpa koreksi untuk laporan hujan harian dan dasarian di 516 kabupaten/kota; sejak Oktober 2026 portal juga menampilkan NRT v9.
NRT atau NRT gauged?
HESLab juga menyediakan GSMaP NRT gauged (GSMaP_Gauge_NRT). Perbedaannya:
- NRT (halaman ini) murni dari satelit.
- NRT gauged disesuaikan agar mendekati data penakar hujan. Namun, karena data penakar hujan global tidak tersedia secepat itu, JAXA tidak memakai data penakar secara langsung; yang dipakai adalah parameter kesalahan yang diturunkan dari produk GSMaP_Gauge (versi Standard yang dikoreksi dengan analisis penakar hujan harian NOAA CPC).
Lihat juga Memilih produk GSMaP yang tepat.
Berkas dan cara membacanya
GSMaP NRT di HESLab disediakan dalam berkas NetCDF bulanan dengan hujan per jam (mm/jam) pada grid 0,1°, waktu dalam UTC. Struktur berkas, hal-hal yang sering menimbulkan kesalahan (zona waktu, urutan lintang, nilai nol, jam yang hilang), dan contoh kode Python dijelaskan di halaman Format berkas GSMaP HESLab.
Catatan khusus GSMaP NRT
- Berkas bulan berjalan belum lengkap. Berkas itu hanya memuat jam
sampai data NRT terakhir yang terbit saat berkas dibuat (lihat atribut
history); jam sesudahnya tidak ada dan tidak diisi data NOW. - Hujan lebat dan hujan lemah. JAXA mencatat bahwa algoritma gelombang mikro sejak versi 8 cenderung menaksir terlalu besar hujan lebat seperti hujan konvektif dan siklon, sementara hujan lemah sulit terdeteksi oleh sebagian sensor satelit. Hujan orografis juga masih bisa ditaksir berlebih.
- Wilayah kepulauan. Dalam catatan rilis versi 9, JAXA menyebut perbaikan atas estimasi hujan berlebih di wilayah kepulauan yang disebabkan oleh tabel pencocokan darat–laut. Bagi wilayah Indonesia, hal ini patut diperhatikan saat memakai versi 8.
- Bandingkan dengan data setempat. Bila tersedia, bandingkan dengan data pos hujan sebelum memakai GSMaP NRT untuk analisis kuantitatif.